Menunggu (Manajemen Waktu 5)

Menunggu sejatinya adalah jelang waktu nyata antara satu aktifitas ke aktifitas berikutnya. Namun karena aktifitas berikutnya kita anggap penting maka menjadikannya sesuatu yang dinantikan. Sedangkan ketika aktifitas selanjutnya tidak direncanakan atau refleks dikerjakan atau bahkan tidak terfikirkan selanjutnya maka tidak dalam kategori ditunggu. Karena waktu adalah juga sesuatu yang relatif, maka untuk jangka waktu yang sama bisa berbeda persepsi bagi yang menjalaninya.

Yang menjadi faktor penting dalam menunggu adalah bagaimana kita mengisi waktu sebelum waktu tersebut tiba. Waktu yang relatif tadi itu bisa terasa panjang atau pendek ketika menunggu sehingga diperlukan kegiatan “antara” untuk mengisinya. Kegiatan antara sebaiknya disiapkan dengan tujuan agar kegiatan yang ditunggu mendapatkan hasil yang optimal. Contohnya adalah menunggu rapat penting dengan seseorang atau sekelompok orang. Waktu tunggu dapat diisi dengan memahami dan mempelajari tujuan rapat serta menyiapkan bahan-bahan rapat tersebut. Ketika rapat itu juga terlambat dari jadwal, bisa diisi lagi dengan melihat dan memperhatikan peserta rapat dengan mengamati kira-kira apa saja yang akan mereka sampaikan ketika rapat. Dengan memetakan kondisi tersebut, kita dapat maksimal untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan.

Contoh lainnya adalah ketika kita menanti wawancara atau sidang skripsi. Waktu terasa lama dan mendebarkan. Selain menyiapkan materi pembahasan, kita juga sebaiknya datang lebih awal agar dapat mengamati suasana, layout ruangan, kondisi cuaca bahkan kondisi psikologis dari pewawancara kita. Dengan demikian, waktu tunggu berguna untuk pelaksanaan wawancara karena kita lebih siap dari segala sisi. Mengamati adalah sesuatu yang diperlukan kejelian. Misalnya saja cuaca pada saat itu hujan lebat, tentu akan mempengaruhi keadaan psikologis pewawancara yang bisa jadi mempengaruhi jalannya wawancara. Dengan mempersiapkan kondisi tersebut, kita bisa lebih menguasai kondisi.

Dari sekian banyak aktifitas kita sehari-hari baik yang direncanakan atau tidak direncanakan, ada satu penantian yang pasti namun kurang disadari yaitu kematian. Apa yang sudah kita lakukan untuk mengisi kegiatan “antara” menjelang kematian? Hanya kita sendiri yang dapat menjawabnya.

Tinggalkan komentar

Filed under Manajemen Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s