Surat Teguran Itu

Beberapa minggu yang lalu, ketika hendak  naik lift di kantor, ketemu seorang teman kantor yang kebetulan juga pernah satu angkatan di SMA. Sudah lama tidak ketemu dengan kolega yang satu ini. Kami mengobrol singkat tentang acara reuni SMA yang akan diadakan pada bulan Desember 2009 nanti.  Setelah itu, kami berpisah karena turun dari lift di lantai yang berbeda.

Keesokan harinya, ketika sedang meeting di kantor, seorang teman memberikan kabar via sms, teman yang baru sehari sebelumnya bertemu dalam keadaan sehat itu meninggal karena serangan jantung ketika bermain futsal. Kaget bukan kepalang!

Minggu lalu, seorang saudara yang sudah lama tidak ketemu menelpon dan memberi kabar tentang promosi jabatannya. Tentu sangat senang mendengar berita ini. Ucapan selamat tak lupa diberikan. Sempat juga sedikit mengobrol tentang pekerjaan, karena beliau bekerja di kantor induk tempat saya bekerja.

Kemarin siang, sebuah SMS kembali mengguncang jiwa, sang saudara tersebut telah meninggal karena penyakit jantung. Padahal sampai pagi harinya masih sehat.

Kedua kejadian di atas membuat hati ini kembali merenung tentang misteri  kehidupan.Rutinitas kantor, pekerjaan sehari-hari, kegiatan dengan keluarga, semuanya membuat kita lupa bahwa kita bisa “dipanggil” kapan saja.  Sebuah surat teguran halus dari Yang Maha Kuasa telah sampai ke lubuk hati.

Tiada yang dapat melawan kekuasaanNya. Bila sudah sampai pada waktunya, tiada seorangpun dapat menolaknya.

Seandainya saja kita tahu tanggal, jam, menit dan detik kematian kita, mungkinkah kita akan benar-benar siap menghadapNya?

Rasanya tidak akan ada orang yang benar-benar siap menghadapinya.

Beberapa pertanyaan menghadang: Akan dosa-dosa kita diampuni?,

Sudah benar-benar cukupkah “bekal” kita?,

Relakah kita meninggalkan keluarga yang kita cintai?

Dapatkah kita bertemu kembali dengan orang-orang yang kita sayangi?

Jakarta,

13 November 2009

Tinggalkan komentar

Filed under Daily life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s