Si Telat (Manajemen Waktu-1)

Dalam sebuah rapat yang sudah akan dimulai, salah seorang peserta rapat mengusulkan agar rapat segera dimulai tanpa harus menunggu seorang peserta rapat yang belum hadir. “Kita mulai saja, dia memang selalu datang terlambat”. Kejadian seperti ini tentu banyak dialami oleh kita semua. Stigma “si telat” akan melekat bagi orang yang biasanya terlambat datang untuk acara apapun. Kalau terlambatnya sekali dua kali dengan alasan darurat mungkin bisa dimaklumi. Sebaliknya; alasan “macet”, “ hujan” atau berjuta alasan standar lainnya akan susah untuk diterima.

Mengatur waktu adalah sesuatu yang penting. Perlu manajemen atau pengelolaan tersendiri agar semua pekerjaan berjalan lancar dan tidak tertunda. Bayangkan, rapat akan tertunda hanya karena menunggu satu dua orang yang terlambat. Kalau yang terlambat itu pegawai biasa mungkin akan mudah untuk dimulai saja rapatnya. Tapi kalau yang terlambat adalah petinggi atau pejabat di kantor, akan susah bagi kita untuk memulai rapat. Konsekuensinya, pekerjaan yang sudah dijadwalkan set6elah selesai acara akan tertunda juga.

Bagi mereka yang super sibuk, diperlukan seseorang yang mengingatkan anda agar datang ke suatu acara yang sudah dijadwalkan. Seseorang tersebutlah, biasanya dinamakan sekertaris, yang mengatur waktu anda agar tidak berbenturan dengan acara lain. Bagi yang brlum mampu untuk memperkerjakan seorang sekertaris atau asisten, catatlah acara yang anda akan hadiri dalam sebuah agenda. Saat ini, berbagai macam bentuk agenda tersedia di banyak toko buku. Belum lagi agenda elektronik yang bisa kita pasang alarm beberapa waktu sebelum acara. Hampir semua anak muda di Jepang mempunyai agenda yang berisi jadwal kegiatan mereka. Di sana kita bisa melihat kedisiplinan orang Jepang yang dibangun sejak usia dini.

Bila diundang, usahakan datang minimal 5 menit sebelum acara dimulai. Memang, tidak semua orang akan datang duluan pada setiap acara. Namun dengan kekonsistenan yang kita tunjukkan akan bisa mempengaruhi orang lain yang mengundang anda. Lama kelamaan pengundang akan menyadari bahwa kita datang tepat waktu atau beberapa menit sebelum acara dimulai. Begitu juga peserta di acara tersebut, begitu melihat nama anda diundang dalam acara tersebut, mereka menyadari kekonsistenan anda. Apalagi kalau jabatan anda sudah tinggi, contoh yang baik ini akan diikuti oleh bawahan anda.

Buang jauh-jauh stigma “si telat” dan mudah-mudahan kita bisa memperoleh banyak pembelajaran dari sang waktu.

Tinggalkan komentar

Filed under Daily life, Manajemen Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s