Jam Istirahat Yang Tidak Menentu

Tiga hari yang lalu saya mengurus penyetaraan ijasah luar negeri di depdiknas jalan Sudirman. Setelah melengkapi semua dokumen , yang ternyata akhirnya kurang lengkap, saya menuju ke lantai tujuh gedung yang baru dan kokoh itu.

Sampai di sana saya meenuju ke ruangan untuk mengurus dokumen yang saya perlukan. Saat itu kira-kira pukul 12. Setelah menunggu sang ibu yang melayani salah seorang tamu selesai, ibu itu memanggil nomor urut selanjutnya. Loh? Ternyata harus ambil nomor urut.  Menurut ibu tersebut, sebelum masuk ke ruangan tersebut, seharusnya ambil nomor urut di depan, resepsionis, dekat lift.

Sebelum masuk ruangan tersebut, saya tidak menjumpai orang sama sekali di meja resepsionis. Ternyata mereka sedang beristirahat. Akhirnya terpaksa menunggu petugas resepsionis tersebut selama …… 1.5 jam. Lama sekali istirahatnya ya. Padahal di keterangan jadwal pelayanan tidak disebutkan sama sekali soal jam istirahat.

Setlah berhasil mengambil nomor urut, akhirnya saya menghadap ibu yang baik hati tadi. Ternyata persyaratan dokumen yang saya bawa kurang lengkap. Jadi, sia-sialah saya menunggu lama di sana. Yang saya sesalkan, kenapa ya sang petugas beristirahat lama sekali. Padahal sudah banyak loh orang yang menunggu. Yang lebih parah lagi, tidak ada kejelasan jam berapa dia akan kembali dari beristirahatnya.

Kalau saran saya sih, sebaiknya tidak ada waktu istirahat dalam pelayanan, tapi ada giliran untuk menjaga. Sehingga istirahatnya bisa bergantian. Tapi sepertinya jiwa para pegawai negeri kita masih belum bisa untuk diajak kerja secara profesional.

Terbukti, pada saat saya dan beberapa tamu lain menunggu, banyak karyawan yang lalu lalang tanpa rasa bersalah dan seolah tidak perduli dengan banyaknya tamu di tempat mereka. Mungkin mereka pikir, bukan tamu saya ini, jadi biarkan saja. Jiwa melayani sebagai pelayanan publik belumlah mereka miliki, tidak sebanding dengan gedungnya yang baru, bagus dan kokoh tersebut.

2 Komentar

Filed under Daily life

2 responses to “Jam Istirahat Yang Tidak Menentu

  1. Kita tanggapi saja pengalaman Anda ini sebagai “culture shock”
    Beginilah “Indonesia”, Bung🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s