Saat Bangga Menjadi Anak Indonesia

Menjadi mahasiswa di luar negeri mau tidak mau juga menjadi duta bangsa. Tidak sedikit pertanyaan yang muncul dari mahasiswa asing mengenai tanah air kita. Tinggal di luar negeri juga biasanya menumbuhkan rasa kecintaan dan nasionalisme kita. Menjadi minoritas membawa rasa cinta tanah air menjadi begitu mendalam. Ada pengalaman menarik yang membuat saya bangga menjadi anak Indonesia.

Di penghujung tahun 2007, seorang mahasiswa Jepang menghubungi saya sebagai ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Niigata saat itu. Dia bertanya apakah mahasiswa Indonesia bersedia mengisi acara “Rainbow Concert” di Niigata University. Acara ini adalah pengenalan budaya dari setiap negara oleh para mahasiswa asing yang belajar di Niigata University. Tanpa berpikir panjang, langsung saja saya setujui. Setelah itu, baru bingung kira-kira apa yang akan ditampilkan di acara tersebut.

Setelah berembuk dengan teman-teman mahasiswa Indonesia, akhirnya diputuskan untuk menampilkan tari Saman dari Aceh. Persoalan pertama muncul. Tak seorangpun dari kami yang pernah belajar tari Saman. Tak hilang akal, teknologipun berbicara, kami mencari video tari Saman dari “YouTube”. Dari situ kami berbagi tugas untuk mempelajari bersama-sama dan didiskusikan pada saat latihan. Kamipun harus menghubungi mahasiswa dari kampus lain untuk meminjam CD lagu tari Saman.

Persoalan kedua muncul, jumlah mahasiswa Indonesia tidak mencukupi untuk menari Saman. Hanya tujuh mahasiswa pria yang akan beraksi. Akhirnya, kami mengundang 5 orang mahasiswa Jepang untuk bergabung, 4 mahasiswi dan 1 mahasiswa. Karena semua belum pernah menari Saman, mahasiswa Indonesia latihan dulu bertujuh, supaya tidak ketahuan oleh mahasiswa Jepang bahwa tidak seorangpun diantara kami yang bisa menari Saman.

Setelah beberapa kali latihan sendiri, mahasiswa Jepang akhirnya diajak bergabung. Latihan pertama dengan mahasiswa Jepang diselingi dengan perdebatan tentang gerakan dan cara menari. Akhirnya kamipun harus mengakui kepada mereka bahwa kami juga baru belajar. Untungnya mereka juga maklum dan tidak banyak protes. Selama latihan jarang dihadiri secara lengkap, ada saja satu dua mahasiswa Jepang yang tidak bisa hadir. Maklum, mahasiswa Jepang banyak yang kerja paruh waktu untuk menambah uang saku mereka. Tapi semua kendala tidak menghalangi rasa kebersamaan dan semangat kami.

Akhirnya hari yang dinantikan itupun tiba. Dengan seragam yang dipinjam dari KBRI Tokyo, kami menampilkan dengan penuh semangat tari Saman selama kurang lebih 6 menit. Kami semua berusaha menampilkan yang terbaik untuk Indonesia. Nyanyian tari Saman seakan merasuk di hati kami. Mahasiswa Jepangpun terlihat tidak kalah semangatnya. Bersyukur karena tidak ada diantara kami yang melakukan kesalahan gerak. Karena apabila ada seorang penari yang salah, akan mempengaruhi gerakan penari lainnya.

Tepuk tanganpun membahana setiap kali kami menyelesaikan satu babak/seri tarian ini. Tepuk tangan panjang juga mengiringi kami saat menyelesaikan semua gerakan tari. Selepas itu, banyak yang memberi selamat dan mengajak berfoto bersama. Dari hasil angket yang dibagikan ke penonton, penampilan kami malam itu menjadi penampilan yang paling disukai oleh para penonton.

Setelah tampil malam itu, banyak yang tertarik dengan tarian dari Aceh ini. Akhirnya, kami beberapa kali diundang oleh orang Jepang untuk menampilkan tari Saman di Niigata. Sampai akhir tahun 2008, kami menampilkan tidak kurang 7 kali tari Saman di tempat dan waktu yang berbeda.

Senang bisa memperkenalkan Indonesia di depan orang asing. Walaupun dengan modal dan kemampuan seadanya, kami bisa membawa nama Indonesia. Bangga sekali rasanya menjadi anak Indonesia!
Saman @Niigata

3 Komentar

Filed under Daily life, Indonesia

3 responses to “Saat Bangga Menjadi Anak Indonesia

  1. pelangiituaku

    iyah…kita harus bangga jadi anak Indonesia…

    sayangna, banyak generasi muda yang lebih mencintai hal” yg berbau westernisasi dari pada adat ketimuran…

    temen saiia ajah bangga jadi anak Indonesia waktu dpt scholarship ke Jepang..dia bilang kalo penonton sepak bola di Indonesia itu keren”..buktinya sampe lempar” batu, botol, gara” pemain kesebelasan yang mereka jagokan kalah..wkwkwkwkw…

    oia..mampir iah ke blog saiia..^^

    http://pelangiituaku.wordpress.com

    makaciihh…

  2. hello.. salam kenal ya..
    aku indra..
    ku berasal dari palembang..
    aku senang banget membaca blog kamu..
    moga kita bisa menjadi teman ya

    @Salam kenal juga Indra.
    Senang bisa dapet temen baru.
    –FRans–

  3. salam kenal serta salam semangat Untuk bangsa Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s