Israel vs Palestina, dan Pemenangnya Adalah …

LEPASKAN sejenak kaca mata agama atau fanatisme terhadap negara/kelompok tertentu dalam melihat konflik di galur Gaza. Mari kita ganti dengan kaca mata yang lain untuk melihat siapa pemenang sesungguhnya dari konflik berkepanjangan dan tak urung usai ini.

Beberapa hari terakhir ini media koran, radio, TV termasuk blog dibanjiri oleh berita tentang perkembangan terakhir konflik ini, demonstrasi menentangnya serta upaya-upaya untuik menggalang dukungan bagi rakyat Palestina. Dari sana kita bisa tahu betapa Israel dengan persenjataan dan pesawat canggihnya seakan tidak malu untuk melawan Hamas dengan senjata yang seadanya.

Di sisi lain, ada suatu kesamaan di antara kedua negara tersebut, yaitu penggunaan peralatan perang beserta asesorisnya (pesawat tempur, tank, roket, senjata berat/ringan, amunisi, bom, granat, mesiu, dll). Tentunya dengan kemampuan dana masing-masing pihak yang bertikai, asesoris yang dimiliki juga berbeda. Istilah dagang “ada uang ada barang” berlaku di sini. Tak lupa juga, semakin lama perang berlangsung, makin laris pula barang dagangan sang pembuat senjata.

Sama seperti bisnis lainnya, pabrik pembuat senjata juga punya tenaga-tenaga penjual profesional dan juga punya perantara/broker untuk memasok senjata di lintas negara. Sesuai dengan karakter bisnisnya, pihak marketing dan broker perusahaan senjata harus melobby orang-orang yang mempunyai kedudukan dan wewenang tinggi untuk memutuskan suatu tindakan perang ke negara lain atau penggunaan senjata di wilayahnya. Bukan tidak mungkin kalau mereka harus memberi komisi kepada petinggi-petinggi negara tersebut.

Entah berapa biaya yang dikeluarkan oleh pihak Israel dalam perang ini, sementara Amerika mengeluarkan biaya ratusan milyar dollar untuk perang Iraq. Sebagian besar biaya dikonsumsi oleh penggunaan peralatan perang serta asesorisnya. Orang seperti Viktor Bout adalah contoh nyata pemasok senjata. Bout juga mengingatkan akan film tentang kisah seorang pemasok senjata asal Rusia bernama Yuri Orlov, yang diperankan oleh Nicolas Cage, dalam film “Lord of War”.

Dalam film itu, Orlov berkata, menjual senjata tak beda dengan menjual alat penyedot debu (vacuum cleaner) yang berfungsi sebagai “alat pembersih”. Pembeli tidak perduli dimana alat tersebut dibuat. Dia menjual senjata ke seluruh dunia.

Menjual senjata UZI buatan Israel ke negara muslim, menjual peluru buatan negara komunis ke negara anti komunis, bahkan juga menjual senjata AK-47 buatan Rusia (negaranya sendiri) kepada Afghanistan.

Pabrik pembuat senjata, broker serta pemasoknya adalah pemenang sebenarnya dalam konflik ini dan juga di konflik atau perang lainnya.

Ketika anak-anak di Israel berlarian karena menghindar serangan bom dan penduduk Israel ketakutan dihujam roket, sang penjual senjata dan pemilik perusahaan senjata tersenyum di rumahnya masing sambil menghirup kopi panas dan membaca koran pagi tentang konflik di Gaza. Merekapun senantiasa berharap perang atau konflik akan terus berlangsung dan tak berakhir.

Seandainya tidak memakai persenjataan, kita biarkan saja mereka yang berperang itu hanya mengandalkan kepalan tinju atau tendangan kaki. Rasanya cukup adil dan jantan!

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s