Arsip Kategori: Daily life

Surat terbuka untuk pak Jokowi, gubernur DKI

Pak Jokowi Yth,

Sebentar lagi bapak akan dilantik menjadi gubernur DKI. Suatu harapan baru yang digemakan oleh masyarakat Jakarta yang memilih bapak. Semoga bapak bisa menjalankan amanah itu dengan baik.

Ijinkan saya sebagai warga biasa untuk menyampaikan sedikit permasalahan yang ada di Jakarta dan berharap bapak bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Atau paling tidak mencari solusinya sehingga akan ada rencana untuk itu.

Yang pertama tentang disiplin berlalu lintas. Kenapa saya memilih disiplin berlalu lintas dan bukan masalah kemacetan? Karena menurut saya, masalah utama dari banyak kemacetan di Jakarta adalah disebabkan karena rendahnya disiplin berlalu lintas di Jakarta. Contohnya adalah kendaraan umum yang berhenti di sembarang tempat, motor yang melanggar semua rambu larangan termasuk lampu merah, mobil yang berebutan jalan, penyeberang jalan yang seenaknya dan lain sebagainya. Mengendarai kendaraan di Jakarta bagaikan masuk ke hutan belantara tanpa ada hukum dan norma. Keberingasan pengemudi sangat mudah menyulut pertengkaran atau meningkatkan stress warga ibu kota. Kalau saja disiplin berlalu lintas sudah tertata dan semua mentaati aturan hukum di jalan raya, semacet apapun semuanya masih akan dapat dilalui dengan rasa yang lebih tenteram.

Yang kedua adalah tentang premanisme yang terorganisir. Sekarang ini banyak sekali preman yang tergabung dalam organisasi tertentu yang dilindungi dalam bentuk ormas/organisasi masyarakat. Mulai dari pengatur jalan, sampai dengan penguasaan lahan parkir dan tempat hiburan menjadi tempat berebut rejeki mereka. Terkadang apabila sedang terjadi perang antar kelompok, maka masyarakat Jakarta juga yang menjadi korban. Tugas berat pak Jokowi untuk merangkul mereka agar dapat lebih menjadi terpantau dan tidak merugikan masyarakat.

Yang ketiga, penyediaan ruang publik secara aman, nyaman dan gratis bagi masyarakat. Saat ini, warga ibukota tidak mempunyai tempat yang nyaman apabila hendak menghirup udara segar. Yang paling sangat mendasar seperti tempat berjalan kaki atau trotoar saja sangat minim apalagi taman atau tempat bermain bagi anak-anak. Mall, pusat perbelanjaan dan pusat pertokoan menjadi tempat menghabiskan akhir pekan. Kebiasaan ini sangat tidak sehat , namun karena tidak ada pilihan lain maka terpaksa dilakukan. Taman bermain dengan naungan pohon rindang serta semilir angin yang segar sangatlah mahal bagi penduduk Jakarta. Mudah mudahan bapak sebagai gubernur yang baru dapat memenuhinya.

Yang terakhir pak, adanya peningkatan jumlah dan kualitas angkutan publik. Mungkin untuk hal ini bapak sudah punya rencana dan program selama masa kampanye, berarti tinggal mewujudkannya. Dengan adanya kenyamanan dan keamanan dalam penggunaan fasilitas angkutan umum, masyarakat akan dengan senang hati beralih ke sana daripada menggunakan kendaraan peibadi.

Cukup empat itu saja pak. Hal lain seperti banjir, macet, kawasan kumuh dan tawuran pelajar pasti sudah menjadi catatan dan agenda bapak pada saat menjadi gubernur nanti. Saya yakin sekali bapak mau membaca surat terbuka ini dan menjadikannya sebagai masukan yang akan diperhatikan pemecahan masalahnya.

Terima kasih ya pak.

Jakarta, 13 Oktober 2012

Tinggalkan Sebuah Komentar

Filed under Daily life

Menjelang Ramadhan

Tak terasa bulan Ramadhan sebentar lagi tiba. Saatnya bertempur melawan segalanya. Dalam dunia kesehatan, ramadhan seperti masa detoksifikasi. Melepaskan semua dosa yang menumpuk. Melepaskan semua emosi dan amarah. Melepaskan semua hawa nafsu.

Tapi ada sesuatu yang aneh pada setiap insan, termasuk diriku. Kenapa hanya di bulan ini saja kita selalu lebih sabar dan lebih taat beribadah? Bukankah akan lebih baik kalau setiap waktu beribadah seperti bulan Ramadhan? Bukankah akan lebih baik kalau kita selalu konsisten berperilaku seperti pada bulan Ramadhan?

Mudah-mudahan Ramadhan kali ini menjadi batu loncatan untuk menghadapi kehidupan yang lebih baik. Percuma rasanya kalau setiap tahun berpuasa dan beramal ibadah di bulan Ramadhan tapi mengulang lagi kesalahan yang sama ketika Ramadhan telah berakhir.

Ya Allah, berikan hambamu ini kekuatan untuk menghadapi bulan suci kali ini menjadi lebih baik.

Ya Allah, berikan hambamu ini kekuatan agar dapat menjalani setiap saat layaknya bulan Ramadhan.

Ya Allah, berikan kepada setiap umat muslim agar senantiasa berperilaku seperti pada bulan suci.

Amin Ya Robbal Alamin.

@30 Juli 20011

Tinggalkan Sebuah Komentar

Filed under Daily life

Surat Teguran Itu

Beberapa minggu yang lalu, ketika hendak  naik lift di kantor, ketemu seorang teman kantor yang kebetulan juga pernah satu angkatan di SMA. Sudah lama tidak ketemu dengan kolega yang satu ini. Kami mengobrol singkat tentang acara reuni SMA yang akan diadakan pada bulan Desember 2009 nanti.  Setelah itu, kami berpisah karena turun dari lift di lantai yang berbeda.

Lanjut membaca

Tinggalkan Sebuah Komentar

Filed under Daily life

Pengalaman Berinteraksi dengan Intel Jepang

Ribut-ribut soal intel dan terosisme di Indonesia mengingatkan saya kepada intel di Jepang yang ternyata juga “nggak pinter-pinter amat”. Pemerintah Jepang juga cukup aktif mengawasi kegiatan agama Islam di negaranya. Salah satu caranya adalah dengan melalui cara-cara persuasif. Biasanya melalui pendekatan kepada orang-orang yang dianggap aktif atau berperan dalam suatu komunitas muslim. Saya yang kebetulan waktu itu menjadi ketua komunitas muslim untuk mahasiswa international di Niigata University (Jepang) juga sempat mendapatkan pengalaman menarik. Lanjut membaca

1 Komentar

Filed under Daily life, Jepang

Belajar dari akarnya

Masih cerita seputar pengalaman menimba ilmu dari negeri sakura. Suatu hari saya dipanggil oleh professor pembimbing disertasi. Kami berdiskusi tentang paper yang akan saya submit ke sebuah jurnal. Setelah melihat draft paper yg sudah dibuat, beliau meminta agar mencari sumber data lain sebagai pembanding.  Data tersebut berupa dokumen Liga Bangsa-Bangsa yang dikeluarkan pada tahun 1920an.  Liga Bangsa Bangsa adalah cikal bakal dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

Waduh…bagaimana mesti mencari doumen ini???

Lanjut membaca

2 Komentar

Filed under Daily life, Jepang

Belajar dari puasa di bulan Ramadhan

Berpuasa pada bulan suci menjadi suatu kewajiban bagi para umat muslim di seluruh dunia. Lalu apa yang bisa kita pelajari dari berpuasa ini? Tentu kita sudah banyak mengetahui berbagai hikmah Ramdhan yang dipandang dari aspek kesehatan, ketaqwaan, keimanan dan lain-lain. Sekarang akan coba dilihat dari sudut pandang yang sedikit berbeda, yaitu dari kehidupan sehari-hari yang tidak terlalu berat.

Lanjut membaca

Tinggalkan Sebuah Komentar

Filed under Daily life, Manajemen Waktu

Disiplin Waktu Ala Indonesia (Manajemen Waktu -4)

Setelah membahas disiplin waktu ala Jepang di bagian kedua, tulisan ini akan membandingkannya dengan di Indonesia. Kita tentu sering mendengar “besok” atau “mbesok” dalam aksen bahasa Jawa. Kata ini mempunyai arti 24 jam setelah sekarang. Tapi di Indonesia, “besok” bisa menjadi lusa atau bahkan minggu depan. Begitu yang ditulis oleh Terry Morrison & Wayne Conaway dalam buku best seller “Kiss, Bow, or Shake Hand: How Tod Do Business in 60 Countries”. Buku ini membahas tentang tips, etika dan budaya dalam melakukan bisnis di 60 negara (termasuk di Indonesia). Tanpa disadari, budaya “besok” yang dimiliki oleh bangsa kita menjadi terkenal di manca Negara.

Lanjut membaca

1 Komentar

Filed under Daily life, Manajemen Waktu

Harga Sang Waktu (Manajemen Waktu -3)

Pernahkah kita menghargai waktu yang kita punya? Kalau belum, akan diberikan sedikit ilustrasi yang mungkin pernah juga anda alami. Misalnya, sejumlah uang yang hangus karena terlambat tiba di airport dan tertinggal pesawat yang akan kita tumpangi, dipotong gaji karena datang terlambat ke kantor, terlambat mengambil keputusan sehingga menderita kerugian besar. Itu adalah waktu yang bisa dihargai dengan uang. Bagaimana yang tidak bisa dinilai dengan uang? Contohnya, terlambat datang ke acara pengajian, terlambat datang pada acara pemakaman seorang sahabat, terlambat datang membesuk teman yang sedang sakit atau terlambat datang ke sekolah/kampus.

Lanjut membaca

Tinggalkan Sebuah Komentar

Filed under Daily life, Manajemen Waktu

Disiplin Waktu Ala Jepang (Manajemen Waktu -2)

Jepang sangat terkenal karena masyarakatnya yang mempunyai disiplin yang sangat tinggi. Bagaimana asal muasalnya? Dirunut ke akarnya, ternyata salah satu budaya Jepang ini berasal dari budaya bercocok tanam padi. Negeri sakura ini memiliki empat jenis musim setiap tahunnya, sehingga mereka hanya dapat memanen padi sekali dalam setahun. Dengan kondisi demikian, para petani Jepang jaman dahulu dipaksa dan harus berdisiplin waktu agar padi yang mereka tanam dapat dipanen sesuai dengan waktunya sesuai dengan msuimnya. Bila gagal panen mereka tidak bisa makan nasi selama setahun. Waktu tanam harus sesuai dan pas jadwal yang telah ditetapkan.

Lanjut membaca

6 Komentar

Filed under Daily life, Manajemen Waktu

Si Telat (Manajemen Waktu-1)

Dalam sebuah rapat yang sudah akan dimulai, salah seorang peserta rapat mengusulkan agar rapat segera dimulai tanpa harus menunggu seorang peserta rapat yang belum hadir. “Kita mulai saja, dia memang selalu datang terlambat”. Kejadian seperti ini tentu banyak dialami oleh kita semua. Stigma “si telat” akan melekat bagi orang yang biasanya terlambat datang untuk acara apapun. Kalau terlambatnya sekali dua kali dengan alasan darurat mungkin bisa dimaklumi. Sebaliknya; alasan “macet”, “ hujan” atau berjuta alasan standar lainnya akan susah untuk diterima.

Mengatur waktu adalah sesuatu yang penting. Perlu manajemen atau pengelolaan tersendiri agar semua pekerjaan berjalan lancar dan tidak tertunda. Bayangkan, rapat akan tertunda hanya karena menunggu satu dua orang yang terlambat. Kalau yang terlambat itu pegawai biasa mungkin akan mudah untuk dimulai saja rapatnya. Tapi kalau yang terlambat adalah petinggi atau pejabat di kantor, akan susah bagi kita untuk memulai rapat. Konsekuensinya, pekerjaan yang sudah dijadwalkan set6elah selesai acara akan tertunda juga.

Lanjut membaca

Tinggalkan Sebuah Komentar

Filed under Daily life, Manajemen Waktu