Arsip Bulanan: Agustus 2009

Disiplin Waktu Ala Indonesia (Manajemen Waktu -4)

Setelah membahas disiplin waktu ala Jepang di bagian kedua, tulisan ini akan membandingkannya dengan di Indonesia. Kita tentu sering mendengar “besok” atau “mbesok” dalam aksen bahasa Jawa. Kata ini mempunyai arti 24 jam setelah sekarang. Tapi di Indonesia, “besok” bisa menjadi lusa atau bahkan minggu depan. Begitu yang ditulis oleh Terry Morrison & Wayne Conaway dalam buku best seller “Kiss, Bow, or Shake Hand: How Tod Do Business in 60 Countries”. Buku ini membahas tentang tips, etika dan budaya dalam melakukan bisnis di 60 negara (termasuk di Indonesia). Tanpa disadari, budaya “besok” yang dimiliki oleh bangsa kita menjadi terkenal di manca Negara.

Lanjut membaca

1 Komentar

Filed under Daily life, Manajemen Waktu

Harga Sang Waktu (Manajemen Waktu -3)

Pernahkah kita menghargai waktu yang kita punya? Kalau belum, akan diberikan sedikit ilustrasi yang mungkin pernah juga anda alami. Misalnya, sejumlah uang yang hangus karena terlambat tiba di airport dan tertinggal pesawat yang akan kita tumpangi, dipotong gaji karena datang terlambat ke kantor, terlambat mengambil keputusan sehingga menderita kerugian besar. Itu adalah waktu yang bisa dihargai dengan uang. Bagaimana yang tidak bisa dinilai dengan uang? Contohnya, terlambat datang ke acara pengajian, terlambat datang pada acara pemakaman seorang sahabat, terlambat datang membesuk teman yang sedang sakit atau terlambat datang ke sekolah/kampus.

Lanjut membaca

Tinggalkan Sebuah Komentar

Filed under Daily life, Manajemen Waktu

Disiplin Waktu Ala Jepang (Manajemen Waktu -2)

Jepang sangat terkenal karena masyarakatnya yang mempunyai disiplin yang sangat tinggi. Bagaimana asal muasalnya? Dirunut ke akarnya, ternyata salah satu budaya Jepang ini berasal dari budaya bercocok tanam padi. Negeri sakura ini memiliki empat jenis musim setiap tahunnya, sehingga mereka hanya dapat memanen padi sekali dalam setahun. Dengan kondisi demikian, para petani Jepang jaman dahulu dipaksa dan harus berdisiplin waktu agar padi yang mereka tanam dapat dipanen sesuai dengan waktunya sesuai dengan msuimnya. Bila gagal panen mereka tidak bisa makan nasi selama setahun. Waktu tanam harus sesuai dan pas jadwal yang telah ditetapkan.

Lanjut membaca

6 Komentar

Filed under Daily life, Manajemen Waktu

Si Telat (Manajemen Waktu-1)

Dalam sebuah rapat yang sudah akan dimulai, salah seorang peserta rapat mengusulkan agar rapat segera dimulai tanpa harus menunggu seorang peserta rapat yang belum hadir. “Kita mulai saja, dia memang selalu datang terlambat”. Kejadian seperti ini tentu banyak dialami oleh kita semua. Stigma “si telat” akan melekat bagi orang yang biasanya terlambat datang untuk acara apapun. Kalau terlambatnya sekali dua kali dengan alasan darurat mungkin bisa dimaklumi. Sebaliknya; alasan “macet”, “ hujan” atau berjuta alasan standar lainnya akan susah untuk diterima.

Mengatur waktu adalah sesuatu yang penting. Perlu manajemen atau pengelolaan tersendiri agar semua pekerjaan berjalan lancar dan tidak tertunda. Bayangkan, rapat akan tertunda hanya karena menunggu satu dua orang yang terlambat. Kalau yang terlambat itu pegawai biasa mungkin akan mudah untuk dimulai saja rapatnya. Tapi kalau yang terlambat adalah petinggi atau pejabat di kantor, akan susah bagi kita untuk memulai rapat. Konsekuensinya, pekerjaan yang sudah dijadwalkan set6elah selesai acara akan tertunda juga.

Lanjut membaca

Tinggalkan Sebuah Komentar

Filed under Daily life, Manajemen Waktu