Menjelang Ramadhan

Tak terasa bulan Ramadhan sebentar lagi tiba. Saatnya bertempur melawan segalanya. Dalam dunia kesehatan, ramadhan seperti masa detoksifikasi. Melepaskan semua dosa yang menumpuk. Melepaskan semua emosi dan amarah. Melepaskan semua hawa nafsu.

Tapi ada sesuatu yang aneh pada setiap insan, termasuk diriku. Kenapa hanya di bulan ini saja kita selalu lebih sabar dan lebih taat beribadah? Bukankah akan lebih baik kalau setiap waktu beribadah seperti bulan Ramadhan? Bukankah akan lebih baik kalau kita selalu konsisten berperilaku seperti pada bulan Ramadhan?

Mudah-mudahan Ramadhan kali ini menjadi batu loncatan untuk menghadapi kehidupan yang lebih baik. Percuma rasanya kalau setiap tahun berpuasa dan beramal ibadah di bulan Ramadhan tapi mengulang lagi kesalahan yang sama ketika Ramadhan telah berakhir.

Ya Allah, berikan hambamu ini kekuatan untuk menghadapi bulan suci kali ini menjadi lebih baik.

Ya Allah, berikan hambamu ini kekuatan agar dapat menjalani setiap saat layaknya bulan Ramadhan.

Ya Allah, berikan kepada setiap umat muslim agar senantiasa berperilaku seperti pada bulan suci.

Amin Ya Robbal Alamin.

@30 Juli 20011

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Daily life

Sri Mulyani Indrawati: Saya Menang

“SAYA MENANG”, kalimat itu disampaikan oleh Sri Mulyani Indrawati (SMI) tadi malam di Jakarta. Jawaban tersebut disampaikan beliau untuk menjawab pertanyaan dari berbagai elemen masyarakat yang menanyakan apakah SMI kalah atau lari sehubungan dengan hijrahnya beliau ke World Bank. Menurut SMI, kemenangannya dapat didefinisikan karena sekarang dia tidak bisa didikte lagi oleh siapapun dan juga merasa berhasil karena tidak menghianati kebenaran, tidak mengingkari hati nuraninya dan berhasil menjaga martabatnya. Suatu jawaban yang penuh makna.

Continue reading

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Indonesia

Surat Teguran Itu

Beberapa minggu yang lalu, ketika hendak  naik lift di kantor, ketemu seorang teman kantor yang kebetulan juga pernah satu angkatan di SMA. Sudah lama tidak ketemu dengan kolega yang satu ini. Kami mengobrol singkat tentang acara reuni SMA yang akan diadakan pada bulan Desember 2009 nanti.  Setelah itu, kami berpisah karena turun dari lift di lantai yang berbeda.

Continue reading

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Daily life

Pemeriksaan Pajak untuk Audisi Menteri

Bulan Oktober lalu kita menyaksikan “audisi” para calon menteri untuk Kabinet Indonesia Bersatu jilid II yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY). Satu per satu para calon yang telah terpilih diwawancara oleh Presiden dan Wakil Presiden RI.

Audisi ini sudah dilakukan ketika SBY terpilih menjadi presiden tahun 2004. SBY membuat konvensi baru dalam memilih menteri yang akan duduk di kabinetnya. Semua calon menteri dipanggil ke Cikeas untuk melakukan fit and proper test. Selain wawancara singkat, semua menteri yang terpilih juga diminta untuk menandatangani pakta integritas yang intinya agar mereka bekerja secara maksimal sesuai target yang diberikan serta siap diganti kapan saja apabila tidak memenuhi kinerja yang diinginkan.

Continue reading

1 Komentar

Filed under Indonesia

Pengalaman Berinteraksi dengan Intel Jepang

Ribut-ribut soal intel dan terosisme di Indonesia mengingatkan saya kepada intel di Jepang yang ternyata juga “nggak pinter-pinter amat”. Pemerintah Jepang juga cukup aktif mengawasi kegiatan agama Islam di negaranya. Salah satu caranya adalah dengan melalui cara-cara persuasif. Biasanya melalui pendekatan kepada orang-orang yang dianggap aktif atau berperan dalam suatu komunitas muslim. Saya yang kebetulan waktu itu menjadi ketua komunitas muslim untuk mahasiswa international di Niigata University (Jepang) juga sempat mendapatkan pengalaman menarik. Continue reading

1 Komentar

Filed under Daily life, Jepang

Belajar dari akarnya

Masih cerita seputar pengalaman menimba ilmu dari negeri sakura. Suatu hari saya dipanggil oleh professor pembimbing disertasi. Kami berdiskusi tentang paper yang akan saya submit ke sebuah jurnal. Setelah melihat draft paper yg sudah dibuat, beliau meminta agar mencari sumber data lain sebagai pembanding.  Data tersebut berupa dokumen Liga Bangsa-Bangsa yang dikeluarkan pada tahun 1920an.  Liga Bangsa Bangsa adalah cikal bakal dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

Waduh…bagaimana mesti mencari doumen ini???

Continue reading

2 Komentar

Filed under Daily life, Jepang

Belajar dari puasa di bulan Ramadhan

Berpuasa pada bulan suci menjadi suatu kewajiban bagi para umat muslim di seluruh dunia. Lalu apa yang bisa kita pelajari dari berpuasa ini? Tentu kita sudah banyak mengetahui berbagai hikmah Ramdhan yang dipandang dari aspek kesehatan, ketaqwaan, keimanan dan lain-lain. Sekarang akan coba dilihat dari sudut pandang yang sedikit berbeda, yaitu dari kehidupan sehari-hari yang tidak terlalu berat.

Continue reading

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Daily life, Manajemen Waktu

Disiplin Waktu Ala Indonesia (Manajemen Waktu -4)

Setelah membahas disiplin waktu ala Jepang di bagian kedua, tulisan ini akan membandingkannya dengan di Indonesia. Kita tentu sering mendengar “besok” atau “mbesok” dalam aksen bahasa Jawa. Kata ini mempunyai arti 24 jam setelah sekarang. Tapi di Indonesia, “besok” bisa menjadi lusa atau bahkan minggu depan. Begitu yang ditulis oleh Terry Morrison & Wayne Conaway dalam buku best seller “Kiss, Bow, or Shake Hand: How Tod Do Business in 60 Countries”. Buku ini membahas tentang tips, etika dan budaya dalam melakukan bisnis di 60 negara (termasuk di Indonesia). Tanpa disadari, budaya “besok” yang dimiliki oleh bangsa kita menjadi terkenal di manca Negara.

Continue reading

1 Komentar

Filed under Daily life, Manajemen Waktu

Harga Sang Waktu (Manajemen Waktu -3)

Pernahkah kita menghargai waktu yang kita punya? Kalau belum, akan diberikan sedikit ilustrasi yang mungkin pernah juga anda alami. Misalnya, sejumlah uang yang hangus karena terlambat tiba di airport dan tertinggal pesawat yang akan kita tumpangi, dipotong gaji karena datang terlambat ke kantor, terlambat mengambil keputusan sehingga menderita kerugian besar. Itu adalah waktu yang bisa dihargai dengan uang. Bagaimana yang tidak bisa dinilai dengan uang? Contohnya, terlambat datang ke acara pengajian, terlambat datang pada acara pemakaman seorang sahabat, terlambat datang membesuk teman yang sedang sakit atau terlambat datang ke sekolah/kampus.

Continue reading

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Daily life, Manajemen Waktu

Disiplin Waktu Ala Jepang (Manajemen Waktu -2)

Jepang sangat terkenal karena masyarakatnya yang mempunyai disiplin yang sangat tinggi. Bagaimana asal muasalnya? Dirunut ke akarnya, ternyata salah satu budaya Jepang ini berasal dari budaya bercocok tanam padi. Negeri sakura ini memiliki empat jenis musim setiap tahunnya, sehingga mereka hanya dapat memanen padi sekali dalam setahun. Dengan kondisi demikian, para petani Jepang jaman dahulu dipaksa dan harus berdisiplin waktu agar padi yang mereka tanam dapat dipanen sesuai dengan waktunya sesuai dengan msuimnya. Bila gagal panen mereka tidak bisa makan nasi selama setahun. Waktu tanam harus sesuai dan pas jadwal yang telah ditetapkan.

Continue reading

6 Komentar

Filed under Daily life, Manajemen Waktu