Beberapa minggu yang lalu, ketika hendak naik lift di kantor, ketemu seorang teman kantor yang kebetulan juga pernah satu angkatan di SMA. Sudah lama tidak ketemu dengan kolega yang satu ini. Kami mengobrol singkat tentang acara reuni SMA yang akan diadakan pada bulan Desember 2009 nanti. Setelah itu, kami berpisah karena turun dari lift di lantai yang berbeda.
November 11, 2009
Pemeriksaan Pajak untuk Audisi Menteri
Bulan Oktober lalu kita menyaksikan “audisi” para calon menteri untuk Kabinet Indonesia Bersatu jilid II yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY). Satu per satu para calon yang telah terpilih diwawancara oleh Presiden dan Wakil Presiden RI.
Audisi ini sudah dilakukan ketika SBY terpilih menjadi presiden tahun 2004. SBY membuat konvensi baru dalam memilih menteri yang akan duduk di kabinetnya. Semua calon menteri dipanggil ke Cikeas untuk melakukan fit and proper test. Selain wawancara singkat, semua menteri yang terpilih juga diminta untuk menandatangani pakta integritas yang intinya agar mereka bekerja secara maksimal sesuai target yang diberikan serta siap diganti kapan saja apabila tidak memenuhi kinerja yang diinginkan.
Oktober 12, 2009
Pengalaman Berinteraksi dengan Intel Jepang
Ribut-ribut soal intel dan terosisme di Indonesia mengingatkan saya kepada intel di Jepang yang ternyata juga “nggak pinter-pinter amat”. Pemerintah Jepang juga cukup aktif mengawasi kegiatan agama Islam di negaranya. Salah satu caranya adalah dengan melalui cara-cara persuasif. Biasanya melalui pendekatan kepada orang-orang yang dianggap aktif atau berperan dalam suatu komunitas muslim. Saya yang kebetulan waktu itu menjadi ketua komunitas muslim untuk mahasiswa international di Niigata University (Jepang) juga sempat mendapatkan pengalaman menarik. Baca terus →
Oktober 6, 2009
Belajar dari akarnya
Masih cerita seputar pengalaman menimba ilmu dari negeri sakura. Suatu hari saya dipanggil oleh professor pembimbing disertasi. Kami berdiskusi tentang paper yang akan saya submit ke sebuah jurnal. Setelah melihat draft paper yg sudah dibuat, beliau meminta agar mencari sumber data lain sebagai pembanding. Data tersebut berupa dokumen Liga Bangsa-Bangsa yang dikeluarkan pada tahun 1920an. Liga Bangsa Bangsa adalah cikal bakal dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).
Waduh…bagaimana mesti mencari doumen ini???
September 15, 2009
Belajar dari puasa di bulan Ramadhan
Berpuasa pada bulan suci menjadi suatu kewajiban bagi para umat muslim di seluruh dunia. Lalu apa yang bisa kita pelajari dari berpuasa ini? Tentu kita sudah banyak mengetahui berbagai hikmah Ramdhan yang dipandang dari aspek kesehatan, ketaqwaan, keimanan dan lain-lain. Sekarang akan coba dilihat dari sudut pandang yang sedikit berbeda, yaitu dari kehidupan sehari-hari yang tidak terlalu berat.
Agustus 8, 2009
Disiplin Waktu Ala Indonesia (Manajemen Waktu -4)
Setelah membahas disiplin waktu ala Jepang di bagian kedua, tulisan ini akan membandingkannya dengan di Indonesia. Kita tentu sering mendengar “besok” atau “mbesok” dalam aksen bahasa Jawa. Kata ini mempunyai arti 24 jam setelah sekarang. Tapi di Indonesia, “besok” bisa menjadi lusa atau bahkan minggu depan. Begitu yang ditulis oleh Terry Morrison & Wayne Conaway dalam buku best seller “Kiss, Bow, or Shake Hand: How Tod Do Business in 60 Countries”. Buku ini membahas tentang tips, etika dan budaya dalam melakukan bisnis di 60 negara (termasuk di Indonesia). Tanpa disadari, budaya “besok” yang dimiliki oleh bangsa kita menjadi terkenal di manca Negara.
Agustus 7, 2009
Harga Sang Waktu (Manajemen Waktu -3)
Pernahkah kita menghargai waktu yang kita punya? Kalau belum, akan diberikan sedikit ilustrasi yang mungkin pernah juga anda alami. Misalnya, sejumlah uang yang hangus karena terlambat tiba di airport dan tertinggal pesawat yang akan kita tumpangi, dipotong gaji karena datang terlambat ke kantor, terlambat mengambil keputusan sehingga menderita kerugian besar. Itu adalah waktu yang bisa dihargai dengan uang. Bagaimana yang tidak bisa dinilai dengan uang? Contohnya, terlambat datang ke acara pengajian, terlambat datang pada acara pemakaman seorang sahabat, terlambat datang membesuk teman yang sedang sakit atau terlambat datang ke sekolah/kampus.
Agustus 6, 2009
Disiplin Waktu Ala Jepang (Manajemen Waktu -2)
Jepang sangat terkenal karena masyarakatnya yang mempunyai disiplin yang sangat tinggi. Bagaimana asal muasalnya? Dirunut ke akarnya, ternyata salah satu budaya Jepang ini berasal dari budaya bercocok tanam padi. Negeri sakura ini memiliki empat jenis musim setiap tahunnya, sehingga mereka hanya dapat memanen padi sekali dalam setahun. Dengan kondisi demikian, para petani Jepang jaman dahulu dipaksa dan harus berdisiplin waktu agar padi yang mereka tanam dapat dipanen sesuai dengan waktunya sesuai dengan msuimnya. Bila gagal panen mereka tidak bisa makan nasi selama setahun. Waktu tanam harus sesuai dan pas jadwal yang telah ditetapkan.
Agustus 5, 2009
Si Telat (Manajemen Waktu-1)
Dalam sebuah rapat yang sudah akan dimulai, salah seorang peserta rapat mengusulkan agar rapat segera dimulai tanpa harus menunggu seorang peserta rapat yang belum hadir. “Kita mulai saja, dia memang selalu datang terlambat”. Kejadian seperti ini tentu banyak dialami oleh kita semua. Stigma “si telat” akan melekat bagi orang yang biasanya terlambat datang untuk acara apapun. Kalau terlambatnya sekali dua kali dengan alasan darurat mungkin bisa dimaklumi. Sebaliknya; alasan “macet”, “ hujan” atau berjuta alasan standar lainnya akan susah untuk diterima.
Mengatur waktu adalah sesuatu yang penting. Perlu manajemen atau pengelolaan tersendiri agar semua pekerjaan berjalan lancar dan tidak tertunda. Bayangkan, rapat akan tertunda hanya karena menunggu satu dua orang yang terlambat. Kalau yang terlambat itu pegawai biasa mungkin akan mudah untuk dimulai saja rapatnya. Tapi kalau yang terlambat adalah petinggi atau pejabat di kantor, akan susah bagi kita untuk memulai rapat. Konsekuensinya, pekerjaan yang sudah dijadwalkan set6elah selesai acara akan tertunda juga.
Juli 31, 2009
Virus di Istana Presiden
Membaca tulisan dari mas Wisnu Nugroho (mas Inu) di Kompas hari ini terasa miris. Ternyata seorang SBY yang berbadan tegap dan selalu terlihat bugar sedang terkena virus influenza. Virus yang wujudnya tak terlihat oleh kasat mata ternyata juga mampu menyerang seorang presiden RI. Presiden juga manusia.Namun bukan hal ini saja yang membuat saya miris.
